| https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/ 0/09/Najwa_Shihab.jpg/220px-Najwa_Shihab.jpg |
Pendidikan
Pada
waktu SMA, Najwa terpilih sebagai siswa yang mengikuti program AFS (American
Field Service) yang merupakan program pertukaran pelajar di Amerika. Program
ini memberi kita kesempatan untuk merasakan bagaimana belajar dan tinggal di
negara maju. Pada waktu itu, program ini spesifik menuntut kita untuk pulang ke
tanah air setelah kita 1 tahun berada disana untuk memperkaya ilmu dan
pengetahuan yang akan dikembangkan di Indonesia. Kalau di Indonesia, program
ini dilaksanakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya.
Saat
memasuki perguruan tinggi, Najwa Shihab kuliah di Universitas Indonesia dengan
mengambil jurusan ilmu hukum dan menjadi alumni pada tahun 2000. Tahun 2008, ia
mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi S2 di Australia, melalui beasiswa
dan dia mengambil jurusan ilmu hukum media di Melbourne Law School. Kesempatan ini ia ambil untuk menjadi bekal
dan memperluas ilmunya agar bisa dibawa
ke tanah air dan diterapkan. Wanita ini lulus sebagai Sarjana Hukum tetapi ia
lebih memilih terjun di dunia jurnalistik ketimbang seorang pengacara.
Awal Karir
Pada
waktu kuliah semester terakhir di Universitas Indonesia, tepatnya sebelum
skripsi, beliau mendapat peluang untuk magang sebagai reporter di RCTI selama 3
bulan. Dari pengalaman tersebut, ia banyak mendapat pengetahuan tentang dunia
jurnalis televisi, broadcasting dan bagaimana menjadi wartawan TV yang benar.
Dari situlah, ia menyukai profesi jurnalis ini. Pada tahun 2000, ketika MetroTV
pertama kali membuka lowongan wartawan, dia mendaftar dan diterima sebagai
reporter pertama MetroTV. Lalu sampai sekarang, ia pun tetap berada di MetroTV
karena stasiun TV tersebut lebih cocok dan menjawab minat besarnya terhadap
dunia jurnalistik.
Penghargaan
Pada
tahun 2005, ia memperoleh pernghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya untuk
laporan-laporannya dari Aceh, saat tsunami melanda kawasan itu pada bulan
Desember 2004. Liputan dan laporannya dinilai memberi andil bagi meluasnya
kepedulian dan empati masyarakat luas terhadap bencana tersebut. Najwa tiba di
Aceh pada hari-hari pertama bencana, menjadi saksi mata kedahsyatan musibah
itu, berada di tengah tumpukan mayat yang belum terurus, dan menjadi saksi pula
betapa pemerintah tidak siap menghadapinya. Tak heran beberapa laporan live-nya
amat emosional. Meski demikian, ia tidak kehilangan daya kritis dan
ketajamannya.Orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas penganganan
pasca-bencana adalah Alwi Shihab,Menko Kesra waktu itu, yang tak lain adalah
pamannya. Pakar komunikasi UI, Effendi Ghazali yang terkesan dengan
laporan-laporannya, menyebut fenomena itu sebagai Shihab vs Shihab.
Tahun
2006, ia terpilih sebagai Jurnalis Terbaik MetroTV. Pada tahun 2006-2015,
beliau berturut-turut berada dalam nominasi Panasonic Awards dan Panasonic
Gobel Awards sebagai Pembaca Berita Terfavorit dan Presenter Talkshow Berita
dan Informasi Terfavorit . Pada tahun yang sama pula, bersama sejumlah wartawan
dari banyak negara, Najwa Shihab terpilih menjadi salah seorang peserta Senior
Journalist Seminar yang diadakan di sejumlah kota di AS, dan juga ia menjadi
seorang pembicara di Konvensi Asian
American Journalist Association. Penghargaannya sebagai seorang jurnalis
profesional tidak hanya pada level nasional saja melainkan juga pada level
internasional, yaitu ia berhasil masuk dalam nominasi 5 besar Asian Television Awards dalam kategori
Best Current Affairs/Talkshow presenter.
Presenter Najwa Shihab meraih penghargaan Young Global Leader (YGL) 2011 dari World Economic Forum (WEF) yang
berkedudukan di Geneva,Swiss. Penghargaan YGL
diberikan WEF setiap tahun terhadap
para profesional muda berusia dibawah 40 tahun dari seluruh dunia. Ribuan
kandidat diseleksi secara ketat oleh sebuah Komite Seleksi yang diketuai Ratu
Rania Al Abdullah dari Yordania. Najwa Shihab terpilih sebagai YGL 2011 setelah Komite Seleksi
melakukan penyaringan yang sangat ketat terhadap ribuan profesional muda dalam
berbagai disiplin ilmu dan profesi, dari seluruh dunia.
Dalam
surat yang ditandatangani oleh Executive Chairman The Forum of Young Global
Leaders, David Aikman, Najwa Shihab terpilih sebagai YGL 2011 karena pencapaian profesional, komitmen terhadap
masyarakat dan kontrubusinya yang potensial dalam membentuk masa depan dunia
dengan kepemimpinannya yang memberi inspirasi terhadap kaum muda lainnya.
Dengan pencapaian itu, Najwa Shihab diundang untuk menjadi anggota aktif dari The Forum of Young Global Leaders. Forum
ini merupakan jaringan profesional muda pilihan dari seluruh dunia yang
diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi penyelesaian masalah
global.
Acara yang dibawakan
Najwa
telah menjadi pembawa acara di “Mata Najwa” sejak 25 November 2009. Selain itu,
dia juga membawakan berita di “Primetime Metro Hari Ini”. Salah satu acara yang
dipandu Najwa Shihab dan cukup membekas di benak publik, adalah debat kandidat
Gubernur DKI Jakarta. Debat yang mempertemukan pasangan Fauzi Bowo-Priyanto dan
Dang Daradjatun-Dani Anwar itu diselenggrakan oleh KPUD DKI Jakarta, disiarkan
secara langsung oleh MetroTV dan JakTV. Najwa terpilih sebagai pemandu debat
menyisihkan sejumlah pembawa acara yang diseleksi KPUD DKI Jakarta. Najwa
merupakan wartawan pertama yang mewawancarai
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak lama setelah pelantikan. Hampir
semua tokoh politik nasional pernah diwawancarainya. Tokoh mancanegara yang
pernah ia wawancarai, antara lain adalah mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Pekerjaan yang berkesan
Sebagai
jurnalis, harus selalu kritis dan harus mengetahui berbagai hal beserta
penyebabnya. Najwa telah menjadi jurnalis selama 15 tahun dan setiap hari pun
ia selalu belajar hal-hal baru karena yang dihadapi selalu berbeda-beda. Setiap
haripun, ia membaca 5-6 koran dan majalah tertentu karena jika kita banyak
membaca, pengetahuan kita akan bertambah dan kita menjadi mengetahui banyak hal
yang belum kita ketahui. Menurutnya, semua pengalaman yang berkaitan dengan
politik dan hukum merupkan pengalaman yng berkesan serta pengalaman yang
meliputi peristiwa bencana-bencana alam juga.
Wanita
yang memiliki ketertarikan kuat di dunia hukum dan politik ini sangat senang
jika mewawancarai tokoh-tokoh politik nasional, tokoh-tokoh yang berperan dalam
negara, ataupun orang-orang tertentu. Karena, hasil dari wawancara tersebut ,
bisa memberikan informasi kepada seluruh masyarakat dan sangat berpengaruh
untuk mereka. Seperti, jika diadakan pemilu maka wartawan akan mewawancarai
calon presiden dan calon wakil presiden,hal itu bisa membantu masyarakat dalam
mempertimbangkan pilihannya dan hal itu merupakan reward terbesar yang bisa
diterima oleh Najwa karena ia merasa bermanfaat bagi masyarakat.
Pesan
Jurnalis
senior ini berkata bahwa perkerjaan sebagai jurnalis sangat menyenangkan,
sangat menantang dan jika anda ingin menjadi jurnalis, pastikan passion anda
memang di dunia ini. Jika passion anda disini, pasti pekerjaan ini tidak akan
membosankan karena selalu dihadapi dengan hal-hal yang baru setiap harinya.
Kunci keberhasilan dalam dunia ini adalah persistensi dan kita harus kekeh.
Bukan hanya untuk dunia jurnalis, untuk bidang lain juga kunci keberhasilannya
adalah persistensi. Karena dunia terbuka, pesaing banyak. Jadi, jika kamu tidak
persisten maka keinginanmu akan tenggelam dan kamu tidak bisa berhasil
nantinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar